Senin, 30 November 2009

Kresna theatre , bioskop kenangan kota magelang

Memandang bangunan bekas bioskop Kresna saat ini sangat memilukan, padahal lokasi di tengah kota tepatnya di ujung jalan pecinan. Bentuk bangunannya pun sangat orisinal jaman Belanda. Seandainya difungsikan lagi dan dibenahi dengan seksama pasti jadi landmark yang sangat pas untuk kota Magelang.
Melihat foto Kresna Theatre jadi terkenang saat2 masa kejayaannya dulu. Dulu bersama bioskop Rahayu, Mbayeman, Magelang dan Tidar Theatre. Kresna merupakan salah satu pilihan untuk menonton bioskop karena apa ?? di Bioskop ini ada balkon untuk menonton, jadi ada kelas Balkon layaknya nonton opera.. he3... Sepertinya ada tambahan biaya untuk menonton dari balkon ini. Saya paling senang nonton dari balkon karena bisa melihat juga suasana penonton yang ada di bawah.


bioskop kresna masa kini

Yang istimewa dari bioskop di Magelang itu ada karcis kelas OSIS dan kelas ABRI. Kalau beli karcis pake kartu OSIS atau kartu ABRI pasti ada potongan yang cukup lumayan dan ini hanya ada di magelang, di kota2 lain ternyata tidak ada. Nah dengan adanya karcis OSIS ini kartu OSIS menjadi sangat berharga, dulu pernah sampai rebutan untuk dapat kartu OSIS dan pernah juga memalsu kartu OSIS dengan mengganti foto`nya.. ha3 cuman buat nonton bioskop.

Saya jadi teringat cerita bapak saya yang mengatakan bahwa dulu,bioskop kresna adalah bioskop paling laris di jamanya,hal ini mungkin dikarenakan karna harga tiket masuk bioskop yang relatif murah sehingga bioskop ini sering digunakan oleh para pemuda-pemudi jaman dulu yang sedang kasmaran untuk menghabiskan malam minggu sambil menonton film yang diputar di bioskop,tak terkecuali bapak dan ibu saya


bioskop kresna pada jaman dulu (saat laris-larisnya)

Sayang bioskop di Magelang tidak bisa bangkit lagi, padahal di Jakarta dan kota2 besar lainnya sudah punya penggemar2 lain lagi ?
Di Magelang cuman tinggal 2 bioskop saja, Magelang dan Tidar Theathre. Rahayu sudah jadi Swalayan Gardena, Kresna jadi terbengkalai seperti itu dan Mbayeman sementara jadi gereja, tapi sekarang lagi dibangun lagi, katanya mau jadi swalayan juga.

sumber : hampala.multiply.com/journal/item/40/Kresna_Theatre

Magelang dari dulu sampai sekarang

Bangunan-bangunan tua di magelang dinilai mempunya sejarah yang panjang dan mempunyai nilai peradaban yang tinggi, hal ini dikarenakan karna usia kota magelang yang sudah tua, magelang merupakan salah satu kota yang mempunyai bekas peninggalan banguna-bangunan peninggalan masa lalu yang cukup banyak,baik peninggalan dari para penjajah,maupun peninggalan dari masyarakatnya sendiri

Disini saya akan memperlihatkan beberapa foto tentang bangunan-bangunan kuno yang tetap dapat berdiri tegak sampai sekarang walaupun sudah mengalami beberapap perubahan.
saat kita melihat bangunan-bangunan itu,seakan mereka berkata pada kita "kami adalah bukti betapa besarnya peradaban anda,biarkanlah kami hancur dan lekang oleh waktu asalkan peradaban berikutnya harus lebih baik dan lebih mengagungkan kemanusiaan !"


menara air di alun-alun (lebih dikenal dengan nama "kompor magelang" (dulu dan sekarang)


masjid kauman di sebelah timur alun-alun (dulu dan sekarang)


jembatan kerckoff di jalan ikhlas (dulu dan sekarang)


gereja di samping trio plaza (dulu dan sekarang)


candi borobudur (dulu dan sekarang)

Minggu, 29 November 2009

Gunung Tidar, paku pulau jawa

Pernahkah anda mendengar nama Gunung Tidar? Apa yang anda bayangkan tentang gunung yang sering disebut sebagai pakuning tanah Jawa ini? Jika anda pernah mendengar nama Gunung Tidar namun belum pernah melihatnya, barangkali yang terbayang adalah sebuah gunung yang tinggi menjulang, megah dan angker.



Menurut legenda pada zaman dahulu kala, ketika Pulau Jawa baru saja diciptakan oleh Sang Maha Pencipta dalam bentuk tanah yang terapung-apung di lautan luas; tanah tersebut senantiasa bergerak kesana kemari. Seorang dewa kemudian diutus turun dari kahyangan untuk memaku tanah tersebut agar berhenti bergerak. Kepala dari paku yang digunakan untuk memaku Pulau Jawa tersebut akhirnya menjadi sebuah gunung yang kemudian dikenal sebagai Gunung Tidar.

Tapi menurut legenda lainya,gunung tidar adalah satu dari tiga patok pulau jawa yang ditancapakan seorang sakti dari persia yang bernama syeich Subakir,legenda inilah yang dipercaya oleh sebagian masyarakat magelang dan jawa,bahkan di salah satu kawasan di dalam gunung tidar,terdapat makam yang diyakini sebagai makam syeich Subakir

Gunung Tidar juga sering dikatakan sebagai pusarnya tanah Jawa, karena terletak di tengah-tengah pulau Jawa. Ada juga yang mengatakan bahwa di puncak gunung Tidar ada makam tokok wayang Semar. Ini jelas hanya dongeng karena semua tokoh dalam pewayangan hanyalah karangan Resi Wiyasa dari India yang sudah dimodifikasi oleh walisongo dengan menambahkan 4 punakawan : Semar, Gareng, Petruk dan Bagong untuk memberikan pesan moral kepada masyarakat.



Kesan seram kepada Gunung tidar juga didukung oleh cerita silat Nagasasra Sabuk Inten karya SH Mintardja. Diceritakan bahwa gunung Tidar merupakan sarang Simalodra dari golongan hitam. Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa masih banyak harimau dan ular yang berkeliaran di gunung Tidar.

Lantas bagaimanakah sebenarnya gunung Tidar? Yang disebut sebagai Gunung Tidar sebenarnya hanyalah sebuah bukit kecil di Selatan kota Magelang dengan tinggi 500m dari permukaan laut. Perjalanan dari kaki ke puncak Tidar dapat ditempuh selama 1/2 jam dengan berjalan santai pada jalan yang sudah disediakan jalurnya.

Sebegitu ampuh Gunung Tidar ini sehingga banyak tempat ataupun nama lokal di Magelang mencantumkan nama Tidar semisal rumah sakit, spot radio, hotel, terminal, farmasi apotek, dan tentu saja Pendekar Tidar. Tidar menjadi salah satu ikon identitas Magelang selain AKMIL, Panca Arga, Ketep Pass, Borobudur.

sumber : pendekartidar.org dan murnii.multiply.com

Sabtu, 28 November 2009

foto-foto kota Magelang jaman dulu / tempo doeloe / jadul (picture of magelang,the old city)

Magelang memang sudah dikenal sebagai salah satu kota tua,banyak sekali sejarah-sejarah dan kenangan-kenangan yang tersimpan di kota ini, salah satu kenangan dari kota magelang adalah bangunan-bangunan kunonya,
Disini saya akan memberikan gambar-gambar kota magelang pada zaman dahulu baik yang masih terawat hingga saat ini,maupun yang sudah tak terawat.
Semoga gambar-gambar ini bisa mengingatkan kita akan maju dan jayanya kota magelang pada jaman dahulu


pecinan,pusat perbelanjaan utama di magelang


stasiun kereta api di dekat armada mertoyudan


shoping,(sekarang tempat mangkal angkutan jalur 2)


RSU tidar,dulu masih belum ada tembok pembatasnya


RST gerbang bagian timur


pisangan tahun 1930,sejak dulu sudah menggunakan air sungai elo


pasar rejowinangun


pasar kebonpolo pintu bagian barat


pabrik rokok klembak djeruk,(sekarang jalan ikhlas)


menara air di alun-alun


kantor pos


gerbang jembatan di jalan ikhlas (sekarang masih ada)


jalan ikhlas


GKI Padjajaran


Gereja samping Trio plaza (1900 an)


gereja samping trio plaza (1800 an)


Gereja Bayeman


candi Borobudur


Bioskop kresna (samping kananya klentheng)

sumber-sumber foto : borobudurlinks dan facebook group "magelang kota tua"

Selasa, 24 November 2009

Dayakan Magelang

Dayakan sebenarnya merupakan istilah bagi sekelompok wong alasan, yaitu suku pedalaman yang belum mengenal dunia luar. Istilah ini secara salah kaprah memang mengacu kepada suku Dayak Kalimantan. Namun demikian bila dilihat secara sepintas dari kostum yang dikenakan para peraga kesenian ini, lebih mirip dengan orang Indian, suku asli di benua Amerika.
Tapi dayakan yang kita bahas ini bukan dayakan suku pedalaman,tapi adalah suatu kesenian asal magelang yang berupa tarian khas yang diiringi dengan musik yang khas pula,para penari memakai pakaian dan accesoris yang menyerupai orang indian (pakaian rumbai dan tutup kepala dari bulu unggas)


Penggunaan bulu-buluan dalam asesoris pakaian barangkali yang menjadikan kesenian jenis ini disebut sebagai dayakan, karena memang orang Dayak sering juga memakai bulu elang ataupun burung tontong untuk perhiasan diri. Atau barangkali pengetahuan orang kampung mengenai nama-nama suku di dunia baru mengenal sebatas suku Dayak sebagai suku di luar suku Jawa. Atau bisa jadi karena pengucapan dayakan lebih enak didengar daripada kata indianan, atau indiaan. Atau bahkan mungkin rasa fanatisme dan melu handarbeni, serta rasa toleransi budaya sebagai sesama putra-putri bertanah air Indonesia. Ahh nggak jelas memang ontologi historis dayakan.

Dayakan bisa diperkirakan merupakan pengembangan dari kesenian kobra siswa. Dilihat dari kemiripan ubo rambe gamelan utama yang digunakan, seperti bedug/drum, dan bende nampak sekali kesamaannya. Ditinjau dari lagu pengiring yang dinyanyikanpun ada kemiripannya dimana banyak diperdengarkan lagu-lagu bertemakan dakwah, di samping lagu-lagu nasional, mocopatan, dan campur sari modern.

Hanya saja memang terdapat sedikit modifikasi dalam hal formasi dan tata cara berbaris yang lebih dinamis dan tanpa pakem yang kaku seperti dalam kobra. Penambahan pengiring seperti organ, siter atau kecapi semakin menambah dinamisasi seni dayakan. Namun satu yang pasti dapat dilihat secara kasat mata, ya di perbedaan kostum itu tadi.

DayakanTidak hanya sampai di situ, saat inipun sudah berkembang nama varian dari seni dayakan, seperti nama topeng ireng, dayakan grasakan dan lainnya. Untuk topeng ireng memang tak berbeda dengan dayakan klasik, hanya saja seni merias muka, dan kostum lebih ngejreng. Mereka kadang mengenakan mahkota bulu imitasi. Adapun dayakan grasakan lebih merupakan kreasi baru dengan memanfaatkan tumbuhan sekitar sebagai kostum, seperti daun kluwih, dan pakis-pakisan. Jadi bisa dibilang lebih natural dan alamiah. Kesamaan kesemua varian dayakan yaitu pengenaan klinthing di sekujur kaki para penari. Ini katanya tidak bisa ditawar-tawar.

Saat ini kesenian dayakan tidak hanya berkembang di daerah Blondho dan Paremono sebagai daerah pionir saja. Bisa dibilang hampir di setiap sudut kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Magelang memiliki paguyuban dayakan. Sebut saja Borobudur, Pakis, atau Ngablak, bahkan Dukun adalah beberapa kecamatan yang memiliki banyak paguyuban. Intinya semakin luas masyarakat yang merasa handarbeni kesenian satu ini.

Di samping ditanggap untuk acara hajatan semisal pernikahan, atau sunatan, seni dayakan sering juga dipentaskan untuk acara perayaan seperti merti desa, tujuh belasan, karnaval, sampai pasang mustoko mesjid. Semoga ke depan seni dayakan bisa lebih ngrembaka dan berkembang sehingga bisa menjadi ikon bagi Kabupaten Magelang, atau bahkan mampu nyundul langit menjadi salah satu warisan budaya bangsa bahkan dunia.

bagi yang mau lihat video dayakan magelang asli,Klik di sini atau Klik di sini
 

Kotak Pesan



Followers

Nomer Penting

Kode Telefon (0293)

Polwil kedu : 363301
Polres Magelang : 362187
Polresta magelang 314451
RSU Muntilan : 587004
RSU Tidar : 362463
PMI : 362781
PDAM : 788096
Gangguan PLN : 362259
P Kebakaran : 788213
P kebakaran : 362300

Data Kunjungan

Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino